pena mulai berbicara pada sang putih, mengeluarkan kehitaman kental yang
menodai putih tak berdosa, pena menari diatas kepedihan sang putih. bagaikan
manusia tak berdosa yang terjerat dalam lubang yang dalam..
dan putih berkata.. " jangan hentikan
tarianmu.. terus goreskan tarian duka dengan pekat hitammu.. dan biarkan
semakin hitam pekat tercampur airmata yang tak lagi biasa.."
by Adi Muhammad Abduh- September 04, 2011
No comments:
Post a Comment