Saturday, 24 November 2012
baca baik baik setiap huruf yang tersusun.. jangan paksakan isi otak untuk berfikir negatif.. kalimat murka tak selalu mengundang perang.. kalimat cinta tak selalu berujung sayang.. susunan kataku bukan untukmu.. jangan terjemahkan aku sesuka nalarmu.. jika tak sanggup mencerna apa yang terbaca.. lebih baik diam agar otak tak mereka reka.. maaf.. :D
by Adi Muhammad Abduh- December 09, 2011
dan aku begundal nakal yang hidup ditengah kaum bijak bestari..
semoga harum mereka dapat kucium..
lalu kupetik bunga bunga firdaus yang menghiasi lisan lisan mereka..
atau sesekali kukenakan pakaian mereka agar ku dapati putihnya hari..
bersama mereka.. hitamku tertutupi..
bersama mereka.. bau busukku kadang tak tercium lagi..
bersama mereka… langkahku tegap berderap pasti..
tapi entah bertahan untuk berapa lama..
mencoba untuk merubah diri..
dari begundal nakal,
menjadi kaum bijak bestari..
by Adi Muhammad Abduh- December 09, 2011
semoga harum mereka dapat kucium..
lalu kupetik bunga bunga firdaus yang menghiasi lisan lisan mereka..
atau sesekali kukenakan pakaian mereka agar ku dapati putihnya hari..
bersama mereka.. hitamku tertutupi..
bersama mereka.. bau busukku kadang tak tercium lagi..
bersama mereka… langkahku tegap berderap pasti..
tapi entah bertahan untuk berapa lama..
mencoba untuk merubah diri..
dari begundal nakal,
menjadi kaum bijak bestari..
by Adi Muhammad Abduh- December 09, 2011
untuk saudara saudaraku se-aqidah.. penduduk Dammaj (Yaman) Seakan aroma Syurga telah tercium oleh kalian.. ==================================== Jangan panggil aku mujahid!, sedangkan aku masih duduk diempuknya bangku, ditemani laptop dan handphone, dengan secangkir teh atau kopi, dan keripik singkong yang dibuat tadi pagi... lalu berteriak JIHAD diforum2... sedangkan mereka... MUJAHIDIN sesungguhnya... telah terpisah kepala dari jasadnya.. Dan angkatlah “senjata senjata” kalian.. dari susunan kalimat harap kepada penduduk langit.. dari do’a do’a lirih yang kalian bisikkan di sepertiga akhir malam.. dari rangkaian kata yang terpanjat diantara adzan dan iqomat.. dari bisikan lembut ketika sujud.. tentang do’a kemenangan untuk mereka.. tentang do’a kesabaran untuk mereka.. tentang do’a pertolongan untuk mereka.. tentang tentara langit yang tlah dijanjikan.. yang turun tiba tiba.. untuk mereka.. saudara kami seaqidah.. untuk mereka.. Dammaj.. beserta penduduknya.. untuk mereka.. yang telah mencium aroma Syurga.. InsyaAllah
by Adi Muhammad Abduh- December 05, 2011
Kenapa kembali terjadi, busukkan hari dengan mudahnya..
ketika lisan kembali menusuk rasa..
ketika sikap merusak suasana..
dan tersimpan rapi dalam bingkai amarah..
huh.. !
mungkin sebaiknya kau lepas zirah Surgamu..
sebelum bau busuk bercerita tentang siapa kau sebenarnya..
atau mungkin seharusnya kau kubunuh tiga hari yang lalu..
dan kucabik wajahmu dengan pisau naluriku yang tlah berkarat ribuan jam yang lalu..
kubakar keranda ruhmu..
lalu kutikam jiwamu hingga kau benar benar mati..!!
by Adi Muhammad Abduh- December 02, 2011
ketika lisan kembali menusuk rasa..
ketika sikap merusak suasana..
dan tersimpan rapi dalam bingkai amarah..
huh.. !
mungkin sebaiknya kau lepas zirah Surgamu..
sebelum bau busuk bercerita tentang siapa kau sebenarnya..
atau mungkin seharusnya kau kubunuh tiga hari yang lalu..
dan kucabik wajahmu dengan pisau naluriku yang tlah berkarat ribuan jam yang lalu..
kubakar keranda ruhmu..
lalu kutikam jiwamu hingga kau benar benar mati..!!
by Adi Muhammad Abduh- December 02, 2011
“bapak-bapak tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu membeli barang di mall-mall dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”. = tulisan diatas, Dari temanku.. untuk temanku..= …………………………………………. …………………………………………. Dan selembar uang dengan nominal seribu rupiah, bisa merubah raut wajah mereka... Genggaman lembut tangan kita, adalah ungkapan universal tentang kasih dan sayang... dan betapa mereka butuh perhatian kita.. Adakah kita disana ketika mereka lapar…? Ataukah kita tengah asik bersandar didepan televisi dengan semangkuk mie.. Mereka terjaga dalam keadaan lapar.. Sedangkan kita… terlelap dalam keadaan kenyang.
by Adi Muhammad Abduh- November 24, 2011
wacana pagi yg kian beragam, menjadikan itu suatu keindahan, dengan kilas pandang yg berbeda, memberi warna warni dalam setiap tata bahasa, seakan tiada lelah jiwa-jiwa dalam senandung lirihnya, ... pemunculan karakter-karakter yg berbeda, membuat rasa ingin menyelaminya lebih dalam, makna-makna yg selalu menjadi suguhan istimewa, semoga ini kan senantiasa terjaga......... terimakasih untuk temanku pagi ini.
by Adi Muhammad Abduh- October 17, 2011
Dilembah kesunyian.. terasa penuh kegelisahan.., dedaunan mencoba menari diujung ranting dengan gemulai, dan jauh diatas sana.. hamparan ilalang terbentang luas, tercium sedikit kegersangan ditanah itu, meski terlihat begitu hijaunya dari sudut pandang dikejauhan, ... burung tak lagi bernyanyi riang,,, hanya sesekali hinggap diranting yg mulai rapuh, mencoba menggoda serangga-serangga kecil yg menjadi incarannya,, rantai kehidupan yg tak pernah putus… karunia Tuhan yg saling melengkapi, dalam perputaran kehidupan semesta yg luar biasa terimakasih untuk temanku pagi ini.
by Adi Muhammad Abduh- October 17, 2011
Darto Kloning berkata : "masjid deket rumah aja pada nyanyi nyanyi keras, dia bilang.. "sitiiiiiii fatimah cantiiiiikkkkk.. taaaapiiiiiii sembahyaaaaaaannnngggg..", udah suaranya fals banget, gw malah ketawa2 aja. gw klo jadi lurah gw pecat tuh orang, hihihihihihi. realita yang terjadi.. masjid.. sudah tidak ada bedanya dengan gereja yang sama-sama dipakai untuk bernyanyi.. hmm.. kenapa mesti teriak teriak dalam masjid yang mereka anggap itu ibadah..?? bukankah tuhanmu dan tuhan kita MAHA DEKAT dan TIDAK TULI.. ???
by Adi Muhammad Abduh- August 23, 2011
hidup itu penuh corak.. jika kita mau membuka mata.. Ada segolongan orang yang menjadi pujangga, meski hidup disekumpulan para gembel yang tak menentu soal makan, dan tidur beralas Koran. Tak sedikit kaum bijak bestari lahir dan tumbuh dewasa, ditengah kerumunan manusia yang kumuh dan berjiwa rendah. Namun.., banyak juga MANUSIA BERJIWA SETAN lahir dari komunitas yang hidup dengan MENJUNJUNG PILAR - PILAR AGAMA.. Yang manakah kita…?
by Adi Muhammad Abduh- August 20, 2011
dimana hati... ketika jasad mulai tersibukkan oleh dunia... tidakkah hati tergetar mendengar seruan adzan.. kemudian tinggalkan sejenak kehinaan dunia, lalu tersungkur sujud mengaku rendah dihadapanNya.. dimanakah hati.. ataukah sudah mati.. terkubur dalam jasad yang masih berdiri.. dimanaka hati... :D
by Adi Muhammad Abduh- August 09, 2011
Wednesday, 21 November 2012
bait
yang ditulis Adi Albani Rahimahullah dalam jeda Rodja dan yang dibacakannya
"Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian
Ia tidak memiliki teman
Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu
Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya
Kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya
Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh
Ia tidak memilki waktu"Siapa diantara kita yang tidak akan ditimpa oleh kematian
Ia tidak memiliki teman
Jika ia datang, maka berakhirlah segala sesuatu
Ia tidak memiliki tempat, seluruh alam ini adalah tempatnya
Kita tidak akan bisa berlari ataupun bersembunyi darinya
Walaupun kita berada dalam benteng yang sangat kokoh
Ia terus bekerja sepanjang hari, sepanjang masa
Ia tidak menunggu seorang pun akan tetapi kital semua yang menunggunya
Ia adalah penghancur angan, penghancur keinginan penghancur impian
Ia adalah akhir fase pertama manusia
Ia adalah kematian
HIDUPLAH SESUKA HATIMU
TUMPAHKAN DAN HAMBURKAN KESENANGAN DEMI KESENANGAN UNTUK MEMUASKAN NAFSUMU
KATAKAN SEMAUMU TENTANG ISLAM, ORANG – ORANG SHOLEH, KETAATAN DAN KEBAIKAN
BERGERIMBARALAH DAN TERTAWALAH SEPUAS – PUASMU KEPADA DUNIA
KELAK PADA AKHIRNYA ENGKAU JUGA AKAN MEREGANG DI TENGAH SAKARATUL MAUT
DAN ENTAH KAPAN, ITU PASTI AKAN MENIMPAMU
LALU ENGKAU MATI"
by Adi Muhammad Abduh
dik…
Taukah..,
Bahwa aku pernah tersesat ke dalam kabut hitam..
Terikat benang kusut kehidupan.. teriakanku nyaris tak terdengar..
Lalu menangis dengan tangisan seadanya.. karna airmataku sudah membeku di beberapa musim yang lalu..
Taukah..,
Bahwa aku pernah tersesat ke dalam kabut hitam..
Terikat benang kusut kehidupan.. teriakanku nyaris tak terdengar..
Lalu menangis dengan tangisan seadanya.. karna airmataku sudah membeku di beberapa musim yang lalu..
Dik…
Pernah satu waktu aku mengeluh.. tentang sandiwara langit yang tak pernah kuduga sebelumnya..
Alur ceritanya memekakkan telinga.. lalu kulakoni dengan duri melekat dihati, mata dan telingaku..,
Lalu perlahan bangkit.. dengan sisa semangat yang kusimpan kala musim bahagia..
Dik..
Inilah hidup..
Hitam.. putih..
manis.. pahit..
haru dan bahagia..adalah sandiwara langit yang tak terduga…
dan taukah dik..
tidak semua hari selalu penuh dengan keindahan..
hidup ini kadang juga berselimut derita..
dalam hidup.., ada kosakata yang disebut “kesusahan”!
dan bahwa hidup…, tak selamanya yang kita mau!
maka bertahanlah..
dik..
aku, dan lukisan semangat untuk adik kecilku..
by Adi Muhammad Abduh- November 05, 2012
Pernah satu waktu aku mengeluh.. tentang sandiwara langit yang tak pernah kuduga sebelumnya..
Alur ceritanya memekakkan telinga.. lalu kulakoni dengan duri melekat dihati, mata dan telingaku..,
Lalu perlahan bangkit.. dengan sisa semangat yang kusimpan kala musim bahagia..
Dik..
Inilah hidup..
Hitam.. putih..
manis.. pahit..
haru dan bahagia..adalah sandiwara langit yang tak terduga…
dan taukah dik..
tidak semua hari selalu penuh dengan keindahan..
hidup ini kadang juga berselimut derita..
dalam hidup.., ada kosakata yang disebut “kesusahan”!
dan bahwa hidup…, tak selamanya yang kita mau!
maka bertahanlah..
dik..
aku, dan lukisan semangat untuk adik kecilku..
Rajai
hari dengan sabar..
Ketika debu semakin terasa kasar..
Dan panas matahari yang melintas dari timur ke barat, Seakan meminta aku menjadi pemeran utama hari ini..
Dan aku.. Pemuda tampan nan sederhana.. Dengan balutan kaos oblong seharga 25000, dan sandal usang yang kubeli enam bulan yang lalu..,
maju menantang hari..
Peluh kubiarkan mengalir deras..
Dan kubiarkan matahari mencuri hitam rambutku..
Ketika debu semakin terasa kasar..
Dan panas matahari yang melintas dari timur ke barat, Seakan meminta aku menjadi pemeran utama hari ini..
Dan aku.. Pemuda tampan nan sederhana.. Dengan balutan kaos oblong seharga 25000, dan sandal usang yang kubeli enam bulan yang lalu..,
maju menantang hari..
Peluh kubiarkan mengalir deras..
Dan kubiarkan matahari mencuri hitam rambutku..
Untuk hari ini saja..
Sekedar tuk mengakui.. Bahwa aku bisa menjadi yang tebaik..
Atau setidaknya bertahan dengan topangan satu kaki..
Ketika takdir terus menabuh genderang perang..
Dan aku harus terus melawan..
Hingga akhirnya panas matahari mengakui.. Bahwa AKU MENANG..!!
Setidaknya untuk hari ini...
Ini saja..
by Adi Muhammad Abduh- November 27, 2011
Sekedar tuk mengakui.. Bahwa aku bisa menjadi yang tebaik..
Atau setidaknya bertahan dengan topangan satu kaki..
Ketika takdir terus menabuh genderang perang..
Dan aku harus terus melawan..
Hingga akhirnya panas matahari mengakui.. Bahwa AKU MENANG..!!
Setidaknya untuk hari ini...
Ini saja..
Dan
jika aku ditanya tentang darah…, atau airmata yang keluar..
Atau rasa takut…, dan jerit bayi yang ditinggal mati ibu bapanya..
Atau tentang keimanan yang ditantang tajamnya pedang…
Dan tentang kepala kepala yang telah terpisah dari badan..
Atau rasa takut…, dan jerit bayi yang ditinggal mati ibu bapanya..
Atau tentang keimanan yang ditantang tajamnya pedang…
Dan tentang kepala kepala yang telah terpisah dari badan..
Maka yang bisa kulakukan hanyalah menghela nafas panjang..
sepanjang derita yang mereka pikul…,
dari ketakutan malam dan siang,.. dan dari keterpaksaan sujud kepada manusia..
maka yang bisa kulakukan hanyalah menghela nafas panjang..
sambil bergemuruh dada..
sambil kutelan airmata sendiri..
sambil terbata bata ku ucap do’a..
lalu ku akhiri dengan kalimat, ‘ Tiada ilaah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah..’
yang mudah terucap dalam keadaan aman..
yang dengan penuh kekhusyu’an kuucap dalam hening..
sambil tak tau apakah mampu kulakukan ketika aku berada ditengah tengah mereka..
by Adi Muhammad Abduh- Maret
12, 2012
sepanjang derita yang mereka pikul…,
dari ketakutan malam dan siang,.. dan dari keterpaksaan sujud kepada manusia..
maka yang bisa kulakukan hanyalah menghela nafas panjang..
sambil bergemuruh dada..
sambil kutelan airmata sendiri..
sambil terbata bata ku ucap do’a..
lalu ku akhiri dengan kalimat, ‘ Tiada ilaah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah..’
yang mudah terucap dalam keadaan aman..
yang dengan penuh kekhusyu’an kuucap dalam hening..
sambil tak tau apakah mampu kulakukan ketika aku berada ditengah tengah mereka..
Potret
buram negeri basa basi…
Tentang generasi yang lahir, dari Rahim Rahim perempuan berpakaian seksi…
Tentang perempuan pendidik yang mulai berani memuja berhala Sembilan centi berkepala api...
Menghisap asap berbau busuk selepas mengajar..
Atau tentang siswa taman kanak kanak, yang belajar membaca dari tulisan tulisan yang terpampang jelas di baleho baleho politik…
Nyanyikan lagu kebangsaan s
ambil tak tau warna bendera
sendiri…Tentang generasi yang lahir, dari Rahim Rahim perempuan berpakaian seksi…
Tentang perempuan pendidik yang mulai berani memuja berhala Sembilan centi berkepala api...
Menghisap asap berbau busuk selepas mengajar..
Atau tentang siswa taman kanak kanak, yang belajar membaca dari tulisan tulisan yang terpampang jelas di baleho baleho politik…
Nyanyikan lagu kebangsaan s
Ibu pertiwi menjerit…
Didurhakai anak anak negeri…
Ibu pertiwi menangis…
Melihat putera puteri negeri berebut harta gono gini, padahal ibu pertiwi belum mati…
Mereka pura pura buta,.
Menutup telinga dengan dasi yang bercorak dengan warna warna khas mereka…
Ibu pertiwi diperkosa hidup hidup oleh anak negeri sendiri…
Bendera negeriku kini berubah warna…
Kuning, yang ditikam mati oleh merah…
Merah, yang dikhianati oleh hijau…
Lalu hijau dipecundangi oleh biru…
Sedangkan merah putih tersimpan rapi dikotak berdebu,.
Sebagai kafan ketika nanti ibu pertiwi mati…
Agitasi politik merubah cara berhitung siswa siswi negeri ini,.
“satu juta ditambah satu juta sama dengan bagi rata…”
Dan..
Ketika mereka ditanya, hendak kemana akan melanjutkan sekolah..?
Dengan semangat mereka menjawab..
Kami akan melanjutkan ke “Sekolah Tinggi Ilmu Korupsi..”
Hmmm…
Otak kiriku tiba tiba mati!
by Adi Muhammad Abduh- Cileungsi, February 18, 2012
Potret
buram negeri basa basi…
Tentang generasi yang lahir, dari Rahim Rahim perempuan berpakaian seksi…
Tentang perempuan pendidik yang mulai berani memuja berhala Sembilan centi berkepala api...
Menghisap asap berbau busuk selepas mengajar..
Atau tentang siswa taman kanak kanak, yang belajar membaca dari tulisan tulisan yang terpampang jelas di baleho baleho politik…
Nyanyikan lagu kebangsaan s
ambil tak tau warna bendera
sendiri…Tentang generasi yang lahir, dari Rahim Rahim perempuan berpakaian seksi…
Tentang perempuan pendidik yang mulai berani memuja berhala Sembilan centi berkepala api...
Menghisap asap berbau busuk selepas mengajar..
Atau tentang siswa taman kanak kanak, yang belajar membaca dari tulisan tulisan yang terpampang jelas di baleho baleho politik…
Nyanyikan lagu kebangsaan s
Ibu pertiwi menjerit…
Didurhakai anak anak negeri…
Ibu pertiwi menangis…
Melihat putera puteri negeri berebut harta gono gini, padahal ibu pertiwi belum mati…
Mereka pura pura buta,.
Menutup telinga dengan dasi yang bercorak dengan warna warna khas mereka…
Ibu pertiwi diperkosa hidup hidup oleh anak negeri sendiri…
Bendera negeriku kini berubah warna…
Kuning, yang ditikam mati oleh merah…
Merah, yang dikhianati oleh hijau…
Lalu hijau dipecundangi oleh biru…
Sedangkan merah putih tersimpan rapi dikotak berdebu,.
Sebagai kafan ketika nanti ibu pertiwi mati…
Agitasi politik merubah cara berhitung siswa siswi negeri ini,.
“satu juta ditambah satu juta sama dengan bagi rata…”
Dan..
Ketika mereka ditanya, hendak kemana akan melanjutkan sekolah..?
Dengan semangat mereka menjawab..
Kami akan melanjutkan ke “Sekolah Tinggi Ilmu Korupsi..”
Hmmm…
Otak kiriku tiba tiba mati!
by Adi Muhammad Abduh- Cileungsi, February 18, 2012
dari
puluhan kosakata yang ku hafal..,
yang paling ku ingat adalah kata "SABAR"
dan dari susunan kalimat singkat yang pernah ku tulis..,
adalah "PERJUANGAN HIDUP".. yang tak pernah ku hapus dari catatan hidup..
dan taukah..
bahwa aku menuli
yang paling ku ingat adalah kata "SABAR"
dan dari susunan kalimat singkat yang pernah ku tulis..,
adalah "PERJUANGAN HIDUP".. yang tak pernah ku hapus dari catatan hidup..
dan taukah..
bahwa aku menuli
s cita citaku setiap
hari,
dan setiap hari pula ku hapus,
dan ku ganti dengan cita cita lain yang ku anggap bisa dibeli oleh saku bapakku..
karna yang ku tau..
cita cita adalah terjemah dari lembaran lembaran rupiah..
benarkah..?
dan setiap hari pula ku hapus,
dan ku ganti dengan cita cita lain yang ku anggap bisa dibeli oleh saku bapakku..
karna yang ku tau..
cita cita adalah terjemah dari lembaran lembaran rupiah..
benarkah..?
Kupinjam kalimatmu
kawan..
Untuk siang ini saja..
Tentang Wajah langit yang kembali tercoreng.. begitu cepat..
Entah sampai kapan lakon turuti naskah setan..
Berulang.. seakan tanpa cela..
Lalu kembali berdamai.. diam diam.. berdua saja dengan tuhan..
Dan mencoba bertahan.. hingga kematian membunuh jiwa.. diujung senja usia..
Kemarin kalah, berharap hari ini menang..
Ternyata istiqomah tak semudah yang kukira..
by Adi Muhammad Abduh- December 27, 2011
Untuk siang ini saja..
Tentang Wajah langit yang kembali tercoreng.. begitu cepat..
Entah sampai kapan lakon turuti naskah setan..
Berulang.. seakan tanpa cela..
Lalu kembali berdamai.. diam diam.. berdua saja dengan tuhan..
Dan mencoba bertahan.. hingga kematian membunuh jiwa.. diujung senja usia..
Kemarin kalah, berharap hari ini menang..
Ternyata istiqomah tak semudah yang kukira..
ternyata
masih terjadi..
tentang darah yang mengalir hangat pagi tadi..
tentang jerit bayi yang ditinggal mati oleh ibu dan bapaknya..
tentang suara adzan yang tersamar oleh desingan hawn dan mortir
tentang kepala yang berlubang oleh hantaman peluru..
pengecut bersembunyi dari balik gunung..
bernyanyi keras nyanyian kebencian..
padahal sebentar lagi mereka akan kalah..
oleh tentara bumi yang perca
tentang darah yang mengalir hangat pagi tadi..
tentang jerit bayi yang ditinggal mati oleh ibu dan bapaknya..
tentang suara adzan yang tersamar oleh desingan hawn dan mortir
tentang kepala yang berlubang oleh hantaman peluru..
pengecut bersembunyi dari balik gunung..
bernyanyi keras nyanyian kebencian..
padahal sebentar lagi mereka akan kalah..
oleh tentara bumi yang perca
ya penuh terhadap
pertolongan dari langit..
oleh tentara langit yang percaya penuh terhadap keyakinan penduduk bumi..
dan mereka akan menang..!
by Adi Muhammad Abduh- December
14, 2011
oleh tentara langit yang percaya penuh terhadap keyakinan penduduk bumi..
dan mereka akan menang..!
Lelahkah
hati dengan dunia..?
Menangiskah mata karna harta..?
Terlukakah rasa karna cinta..?
Penatkah jiwa dengan hingar bingar musik dan nyanyian..?
Lalu dimanakah ayat ayat langit…?
Yang mungkin sudah tiga ratus enam puluh hari tak terden
gar..Menangiskah mata karna harta..?
Terlukakah rasa karna cinta..?
Penatkah jiwa dengan hingar bingar musik dan nyanyian..?
Lalu dimanakah ayat ayat langit…?
Yang mungkin sudah tiga ratus enam puluh hari tak terden
Telinga tertutup debu debu dunia..
Hati terpaut harta benda..
Jiwa terpasung tawa dan hura hura..
Wibawa tertipu cantiknya raga..
Lalu dimanakah ayat ayat langit..?
Yang mungkin sudah tiga ratus enam puluh hari tak terbaca..
Bacalah… atau dengarlah…
Susunan kalimatnya menyejukkan hati dari duka..
Lantunannya jauh lebih bermakna dari musik dan nyanyian yang ada...
Bacalah… atau dengarlah…
Jika hati yakin bahwa Penduduk langit masih ada..
Bacalah… atau dengarlah…
by Adi Muhammad Abduh- November 9, 2011 (6.46 PM)
Nanti...,
suatu saat..,
kepenatan ini akan berakhir…,
mungkin malam, atau siang, atau bisa jadi diantara keduanya,
tentang dunia dan segala kesibukannya..,
dari harta, cinta, dan berbagai macam warna dunia yang bisa merubah hitam putihnya hati.
Tawa dan tangis ibarat saudara kembar yang tak terpisahkan,
dan aku…masih memiliki sisa cinta, yang bisa membuatku tertawa, atau bahkan menangis,
seperti malam, masih memiliki gelapnya, yang bisa melelapkan atau mungkin menakutkan..
Seperti hari, dan arah angin yang sudah diatur,
begitupun dengan tubuh dan ruh..,
tangan dan kaki..,
akal dan hati..,
pertemuan dan perpisahan..,
keinginan yang tak tertahankan..,
ketentuan yang sudah berjalan..,
sampai akhirnya…. aku terjebak!!! Terhentak!!!
dialur cerita yang tak terduga,
didegup jantung yang berbeda,
dipagi yang tak sama,…
ketika pintu yang kubuka…….
ketika datang susunan cerita yang pernah terangkai dalam hayalan,..
lalu… ah.. aku terlalu lelah dengan kisah cinta, terlalu berat kupikul rangkaian katanya..
Mungkin,… sore nanti….. bunga mawar akan segera layu…
Kupetik….kutatap… kuberikan sedikit garis dibibir… lalu kukatakan…. "Dimana harus kusimpan katakataku….tentang cinta… yang bisa membuatku bahagia… atau mungkin meneteskan airmata…."
by Adi Muhammad Abduh
suatu saat..,
kepenatan ini akan berakhir…,
mungkin malam, atau siang, atau bisa jadi diantara keduanya,
tentang dunia dan segala kesibukannya..,
dari harta, cinta, dan berbagai macam warna dunia yang bisa merubah hitam putihnya hati.
Tawa dan tangis ibarat saudara kembar yang tak terpisahkan,
dan aku…masih memiliki sisa cinta, yang bisa membuatku tertawa, atau bahkan menangis,
seperti malam, masih memiliki gelapnya, yang bisa melelapkan atau mungkin menakutkan..
Seperti hari, dan arah angin yang sudah diatur,
begitupun dengan tubuh dan ruh..,
tangan dan kaki..,
akal dan hati..,
pertemuan dan perpisahan..,
keinginan yang tak tertahankan..,
ketentuan yang sudah berjalan..,
sampai akhirnya…. aku terjebak!!! Terhentak!!!
dialur cerita yang tak terduga,
didegup jantung yang berbeda,
dipagi yang tak sama,…
ketika pintu yang kubuka…….
ketika datang susunan cerita yang pernah terangkai dalam hayalan,..
lalu… ah.. aku terlalu lelah dengan kisah cinta, terlalu berat kupikul rangkaian katanya..
Mungkin,… sore nanti….. bunga mawar akan segera layu…
Kupetik….kutatap… kuberikan sedikit garis dibibir… lalu kukatakan…. "Dimana harus kusimpan katakataku….tentang cinta… yang bisa membuatku bahagia… atau mungkin meneteskan airmata…."
by Adi Muhammad Abduh
Dan bukan salahnya jika hati ini tercuri,
hingga harus tertunduk dan mengangkat kedua tangan,
lalu merangkai kata-kata dan meminta kepada Nya,
hingga akhirnya aku harus bersyukur karena gembira, atau bersabar karena kecewa
Mungkin harusnya aku terbangun lebih awal..
membuka mata lebih lebar,
dan mempersempit ruang gerak untuk menghayal,
tapi… dia datang lebih awal, tanpa ayunan langkah kaki,
masuk kedalam pikiranku,
membuka pintu “andai” lebar lebar..
Oohhh.. kasihan sekali hatiku, tertindih oleh keinginan yang tidak mungkin.. MUNGKINKAH TIDAK MUNGKIN..??
aku masih menjadi nafas bagi kisahku,
penaku terus bergoyang, menari tarian yang tidak berirama
aku tahu siapa dia..,
yang berselimut di gelapnya malam, yang tidak bisa kujamah dalam nyata…
yang hanya bisa kuceritakan dalam tulisan, terkunci di hati yang terdalam, bisikanku tidak terdengar …
hatiku telah tercuri ….
by Adi Muhammad Abduh
hingga harus tertunduk dan mengangkat kedua tangan,
lalu merangkai kata-kata dan meminta kepada Nya,
hingga akhirnya aku harus bersyukur karena gembira, atau bersabar karena kecewa
Mungkin harusnya aku terbangun lebih awal..
membuka mata lebih lebar,
dan mempersempit ruang gerak untuk menghayal,
tapi… dia datang lebih awal, tanpa ayunan langkah kaki,
masuk kedalam pikiranku,
membuka pintu “andai” lebar lebar..
Oohhh.. kasihan sekali hatiku, tertindih oleh keinginan yang tidak mungkin.. MUNGKINKAH TIDAK MUNGKIN..??
aku masih menjadi nafas bagi kisahku,
penaku terus bergoyang, menari tarian yang tidak berirama
aku tahu siapa dia..,
yang berselimut di gelapnya malam, yang tidak bisa kujamah dalam nyata…
yang hanya bisa kuceritakan dalam tulisan, terkunci di hati yang terdalam, bisikanku tidak terdengar …
hatiku telah tercuri ….
by Adi Muhammad Abduh
Bisikanku tidak terdengar..
Hatiku telah tercuri..
aku jatuh cinta... bukan pada waktunya..
menyakitkan...
hanya bisa bercinta dengan kata-kata...
bermesraan dengan setiap huruf yang kurangkai sesukaku...
termenung disetiap spasi kalimat…
berteriak diruang gelisah, tak bersuara..
aku menangis dibarisan kalimat tawa…
……. dan ini aku dan hatiku… bersandar di dinding senja…
aku tertawa, sedangkan hatiku menangis..
Ketika kutanya dia hanya terdiam.. mungkin malam nanti… hatiku mau bercerita…
tentang apa yang dirasa, siapa yang dicinta….
by Adi Muhammad Abduh- August 14, 2011
Hatiku telah tercuri..
aku jatuh cinta... bukan pada waktunya..
menyakitkan...
hanya bisa bercinta dengan kata-kata...
bermesraan dengan setiap huruf yang kurangkai sesukaku...
termenung disetiap spasi kalimat…
berteriak diruang gelisah, tak bersuara..
aku menangis dibarisan kalimat tawa…
……. dan ini aku dan hatiku… bersandar di dinding senja…
aku tertawa, sedangkan hatiku menangis..
Ketika kutanya dia hanya terdiam.. mungkin malam nanti… hatiku mau bercerita…
tentang apa yang dirasa, siapa yang dicinta….
by Adi Muhammad Abduh- August 14, 2011
Semalam hatiku bercerita…
tentang SANDIWARA LANGIT yang turun malam itu..
dinginnya bercerita kerinduan…
gelapnya tawarkan harapan… “Adakah dia milikku..??”
aku tersenyum.. entah untuk gembira atau untuk sesuatu yang tidak mungkin…
apa yang akan terjadi lima atau enam tahun kedepan… kutawarkan hatiku untuk tidak lagi bercinta…
tapi dia menolak.. karna yang tercatat.., belum lagi terlihat..
by Adi Muhammad Abduh- September 30, 2011
tentang SANDIWARA LANGIT yang turun malam itu..
dinginnya bercerita kerinduan…
gelapnya tawarkan harapan… “Adakah dia milikku..??”
aku tersenyum.. entah untuk gembira atau untuk sesuatu yang tidak mungkin…
apa yang akan terjadi lima atau enam tahun kedepan… kutawarkan hatiku untuk tidak lagi bercinta…
tapi dia menolak.. karna yang tercatat.., belum lagi terlihat..
by Adi Muhammad Abduh- September 30, 2011
Hari ke dua puluh tiga…
masih berbalut lelah berselimut kepenatan…
Ini SANDIWARA LANGIT untukku..
yang sudah tertulis lima puluh ribu tahun sebelum bumi diciptakan oleh tuhanku….,
tentang dunia dan segala warna warninya..,
yang bisa menggelapkan atau mencerahkan hati…
Hari ini tertawa.. mungkin besok ditangisi…
Dan aku, salah satu orang yang akan ditangisi.. jika saatnya tiba…
“ ………………………………………. “
Dan aku… salah seorang yang hampir tertipu oleh dunia…
bukan “aku” yang menangis ditengah keramaian dunia.. tapi hatiku... menangis... karna disibukkan oleh dunia.. sedangkan hatiku merindukan akhirat...padahal "disana" tempat paling terindah yang pernah tertulis dalam cerita.. tidak ada penat..hanya kesenangan..tapi "aku" memaksa hatiku untuk mencintai dunia, sedangkan dunia tidak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.. lalu hatiku menangis..
ini SANDIWARA LANGIT untukku…
by Adi Muhammad Abduh- August 04, 2011
masih berbalut lelah berselimut kepenatan…
Ini SANDIWARA LANGIT untukku..
yang sudah tertulis lima puluh ribu tahun sebelum bumi diciptakan oleh tuhanku….,
tentang dunia dan segala warna warninya..,
yang bisa menggelapkan atau mencerahkan hati…
Hari ini tertawa.. mungkin besok ditangisi…
Dan aku, salah satu orang yang akan ditangisi.. jika saatnya tiba…
“ ………………………………………. “
Dan aku… salah seorang yang hampir tertipu oleh dunia…
bukan “aku” yang menangis ditengah keramaian dunia.. tapi hatiku... menangis... karna disibukkan oleh dunia.. sedangkan hatiku merindukan akhirat...padahal "disana" tempat paling terindah yang pernah tertulis dalam cerita.. tidak ada penat..hanya kesenangan..tapi "aku" memaksa hatiku untuk mencintai dunia, sedangkan dunia tidak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.. lalu hatiku menangis..
ini SANDIWARA LANGIT untukku…
by Adi Muhammad Abduh- August 04, 2011
Hari ke dua puluh empat..
Dan masih tertutup oleh debu dunia..
butirannya memaksa masuk kedalam pori pori jiwa.. tertipu..??? hampir…!!! jika saja Allah melepasku, maka aku sudah tertipu..
Ini dia kemilaunya…, membutakan mata jalan menuju masjid..
Ini dia kesibukannya…, memaksa aku jauh dari bidadariku tercinta..IBU..
Ini dia bisingnya dunia…, menyamarkan lantunan ayat ayat suci al qur'an..
Yaa Robb.. jangan masukan ini semua kedalam hatiku,
cukup dunia berada dalam genggaman tangan, hingga mudah terlepas disepertiga akhir malam..
dan aku lelah...
by Adi Muhammad Abduh
Dan masih tertutup oleh debu dunia..
butirannya memaksa masuk kedalam pori pori jiwa.. tertipu..??? hampir…!!! jika saja Allah melepasku, maka aku sudah tertipu..
Ini dia kemilaunya…, membutakan mata jalan menuju masjid..
Ini dia kesibukannya…, memaksa aku jauh dari bidadariku tercinta..IBU..
Ini dia bisingnya dunia…, menyamarkan lantunan ayat ayat suci al qur'an..
Yaa Robb.. jangan masukan ini semua kedalam hatiku,
cukup dunia berada dalam genggaman tangan, hingga mudah terlepas disepertiga akhir malam..
dan aku lelah...
by Adi Muhammad Abduh
Apa kabar kawan….??
Bekal apa hari ini yang sudah dipersiapkan untuk nanti..
suatu perjalanan panjang yang akan terjadi..
mungkin malam ini, besok atau lusa.. yang pasti itu akan terjadi…
Tentang kematian yang kabarnya sudah kita dengar jauh jauh hari..
Bukan kematian yang harusnya ditakutkan..
tapi apa yang akan terjadi sesudah kematian itu terjadi..
dimanakah kita..??
ditempat terindah bersanding dengan bidadari syurga..
atau ditempat terburuk yang pernah terdengar oleh telinga..??
by Adi Muhammad Abduh- August 03, 2011
Bekal apa hari ini yang sudah dipersiapkan untuk nanti..
suatu perjalanan panjang yang akan terjadi..
mungkin malam ini, besok atau lusa.. yang pasti itu akan terjadi…
Tentang kematian yang kabarnya sudah kita dengar jauh jauh hari..
Bukan kematian yang harusnya ditakutkan..
tapi apa yang akan terjadi sesudah kematian itu terjadi..
dimanakah kita..??
ditempat terindah bersanding dengan bidadari syurga..
atau ditempat terburuk yang pernah terdengar oleh telinga..??
by Adi Muhammad Abduh- August 03, 2011
Coba bisikkan dekat ketelingaku…
tentang cerita cinta terindah yang pernah kau dengar..
Lebih dekat lagi.. bisikkan ketelingaku..
tentang rindu yang bisa membuat kau menangis..
Aku bisa rasakan apa yang kau rasakan.. dalam tangis.. dalam tawa..
Karna mencintai dan dicintai.. bagiku adalah segalanya..
Mencintai karna Allah.. dan dicintai karena Allah..
Ini dia cerita cinta terindah.. yang tidak pernah ada dusta..
karna DIA selalu menepati janji-Nya
Ini dia kerinduan yang hakiki.. bagaimana tidak..
kekasih tercinta (Muhammad), sedang menunggu kita di telaga haudh, dengan gelas gelas yang tak terbilang bak bintang dilangit..
kita akan minum bersamanya sambil melepas kerinduan… InsyaAllah..
Aku menangis karna rindu.. tertawapun karna rindu…
Karna mencintai dan dicintai.. bagiku adalah segalanya..
Mencintai karena Allah..dan dicintai karena Allah..
Untukmu saudaraku seislam..
by Adi Muhammad Abduh- December 02, 2011
tentang cerita cinta terindah yang pernah kau dengar..
Lebih dekat lagi.. bisikkan ketelingaku..
tentang rindu yang bisa membuat kau menangis..
Aku bisa rasakan apa yang kau rasakan.. dalam tangis.. dalam tawa..
Karna mencintai dan dicintai.. bagiku adalah segalanya..
Mencintai karna Allah.. dan dicintai karena Allah..
Ini dia cerita cinta terindah.. yang tidak pernah ada dusta..
karna DIA selalu menepati janji-Nya
Ini dia kerinduan yang hakiki.. bagaimana tidak..
kekasih tercinta (Muhammad), sedang menunggu kita di telaga haudh, dengan gelas gelas yang tak terbilang bak bintang dilangit..
kita akan minum bersamanya sambil melepas kerinduan… InsyaAllah..
Aku menangis karna rindu.. tertawapun karna rindu…
Karna mencintai dan dicintai.. bagiku adalah segalanya..
Mencintai karena Allah..dan dicintai karena Allah..
Untukmu saudaraku seislam..
by Adi Muhammad Abduh- December 02, 2011
Tidurlah..
rebahkan semua penatmu dipundakku..
Lupakan sejenak tentang siapa aku.. tapi rasakan kesejukan dihatimu ketika aku menyapamu..
Tuk sekedar selimuti hatimu dengan selimut sayangku..
Tuk sekedar bersihkan reruntuhan duka yang mengubur hatimu…
Menangislah.. biarkan airmatamu yang bercerita tentang penatnya cinta… aku kan setia mendengar…
Kan kubelai panjang rambutmu dikejauhan.. jika itu bisa menyejukkan hatimu..
Tidurlah….
Kan kuceritakan mimpi yang pernah terekam malam tadi,
Tentang rasa sayang yang selama ini tak pernah berwujud
Tentang cinta.. apalagi..? karna hanya itu yang saat ini terasa..
Hatiku bergetar ketika tangismu menggelegar dari balik bukit..
walaupun tak bisa kudengar.. tapi dapat kurasa.. karna sayangku.. diam diam telah kusematkan disela hatimu..
tidurlah….
by Adi Muhammad Abduh- November 10, 2011
rebahkan semua penatmu dipundakku..
Lupakan sejenak tentang siapa aku.. tapi rasakan kesejukan dihatimu ketika aku menyapamu..
Tuk sekedar selimuti hatimu dengan selimut sayangku..
Tuk sekedar bersihkan reruntuhan duka yang mengubur hatimu…
Menangislah.. biarkan airmatamu yang bercerita tentang penatnya cinta… aku kan setia mendengar…
Kan kubelai panjang rambutmu dikejauhan.. jika itu bisa menyejukkan hatimu..
Tidurlah….
Kan kuceritakan mimpi yang pernah terekam malam tadi,
Tentang rasa sayang yang selama ini tak pernah berwujud
Tentang cinta.. apalagi..? karna hanya itu yang saat ini terasa..
Hatiku bergetar ketika tangismu menggelegar dari balik bukit..
walaupun tak bisa kudengar.. tapi dapat kurasa.. karna sayangku.. diam diam telah kusematkan disela hatimu..
tidurlah….
by Adi Muhammad Abduh- November 10, 2011
Hai kawan.. bangun..!
kusampaikan bisikanku yang tak bisa kau dengar..
Banyak dari kita berpikir, bahwa bila kita menjadi muslim atau muslimah yang taat, rajin mengaji, tekun belajar mengejar cita-cita, maka ia akan kehilangan masa mudanya. ITU TIDAK BENAR SAMA SEKALI..!
Masa muda tak mungkin hilang…
karna kegembiaraan masa muda yang kerap digambarkan, semata-mata hanya dengan hidup berhura-hura,
melakukan apa saja yang disuka,
enggan memikirkan hal-hal yang serius, ITU SUNGGUH NAIF!.
Karena kebahagiaan itu berpusat dihati.
Beda antara berbahagia dengan TAMPIL SEOLAH-OLAH berbahagia. TAK SELAMANYA TAWA ITU UNGKAPAN BAHAGIA,
SERINGKALI TANGISAN ITU GAMBARAN KEBAHAGIAAN YANG MELUAP-LUAP DALAM JIWA…
dan adakalanya, TANGISAN ITU LEBIH BERNILAI DIBANDINGKAN SENYUMAN…
So… jadilah anak muda PENDAMBA NEGERI AKHIRAT.. :D
by Adi Muhammad Abduh- August 07, 2011
kusampaikan bisikanku yang tak bisa kau dengar..
Banyak dari kita berpikir, bahwa bila kita menjadi muslim atau muslimah yang taat, rajin mengaji, tekun belajar mengejar cita-cita, maka ia akan kehilangan masa mudanya. ITU TIDAK BENAR SAMA SEKALI..!
Masa muda tak mungkin hilang…
karna kegembiaraan masa muda yang kerap digambarkan, semata-mata hanya dengan hidup berhura-hura,
melakukan apa saja yang disuka,
enggan memikirkan hal-hal yang serius, ITU SUNGGUH NAIF!.
Karena kebahagiaan itu berpusat dihati.
Beda antara berbahagia dengan TAMPIL SEOLAH-OLAH berbahagia. TAK SELAMANYA TAWA ITU UNGKAPAN BAHAGIA,
SERINGKALI TANGISAN ITU GAMBARAN KEBAHAGIAAN YANG MELUAP-LUAP DALAM JIWA…
dan adakalanya, TANGISAN ITU LEBIH BERNILAI DIBANDINGKAN SENYUMAN…
So… jadilah anak muda PENDAMBA NEGERI AKHIRAT.. :D
by Adi Muhammad Abduh- August 07, 2011
JANGAN TERJEBAK pada dilema-dilema praktis,
INGIN MERASA DIHARGAI, DIMANUSIAKAN, melalui cara-cara yang ATRAKTIF, IMPRESIF, atau mungkin AROGAN yang mengundang perhatian orang, meski HARUS MENABRAK batasan kultur, budaya, kebiasaan, hukum, TERLEBIH JIKA HARUS MENABRAK ATURAN-ATURAN AGAMA!. Lalu menyinggung perasaan orang lain.. piss ah.. :D
kenapa amarah masih tercatat di 'biodata diri' kita..? bukankah salah satu mahar surga adalah akhlak mulia..? dimanakah ilmu.. ?? bukankah dia bumerang bagi diri..??!!!!! That's all..!! tersenyumlah kawan.. :D
by Adi Muhammad Abduh- August 10 & 18, 2011
INGIN MERASA DIHARGAI, DIMANUSIAKAN, melalui cara-cara yang ATRAKTIF, IMPRESIF, atau mungkin AROGAN yang mengundang perhatian orang, meski HARUS MENABRAK batasan kultur, budaya, kebiasaan, hukum, TERLEBIH JIKA HARUS MENABRAK ATURAN-ATURAN AGAMA!. Lalu menyinggung perasaan orang lain.. piss ah.. :D
kenapa amarah masih tercatat di 'biodata diri' kita..? bukankah salah satu mahar surga adalah akhlak mulia..? dimanakah ilmu.. ?? bukankah dia bumerang bagi diri..??!!!!! That's all..!! tersenyumlah kawan.. :D
by Adi Muhammad Abduh- August 10 & 18, 2011
TAK BISA DIPUNGKIRI!,
masa muda itu memang indah,
maka JANGAN NODAI keindahan itu dengan perilaku, sikap dan keputusan yang menurunkan HARKAT KEMANUSIAAN kita dihadapan sesama manusia, terlebih DI HADAPAN ALLAH!.
Keindahan hidup sesungguhnya harus memberi SUMBANGSIH makna yang baik, dan kemudian HARUS LEBIH BAIK...
Keindahan yang memberi kemudharatan dan justru MENGUAK LUKA, pada hakikatnya adalah KEBIADABAN dan KEZHALIMAN….!
“Sudah tak berhargakah harga sebuah keperawanan..???” :D
by Adi Muhammad Abduh- August 11, 2011
masa muda itu memang indah,
maka JANGAN NODAI keindahan itu dengan perilaku, sikap dan keputusan yang menurunkan HARKAT KEMANUSIAAN kita dihadapan sesama manusia, terlebih DI HADAPAN ALLAH!.
Keindahan hidup sesungguhnya harus memberi SUMBANGSIH makna yang baik, dan kemudian HARUS LEBIH BAIK...
Keindahan yang memberi kemudharatan dan justru MENGUAK LUKA, pada hakikatnya adalah KEBIADABAN dan KEZHALIMAN….!
“Sudah tak berhargakah harga sebuah keperawanan..???” :D
by Adi Muhammad Abduh- August 11, 2011
Menyeimbangkan antara kebutuhan AKHIRAT dengan kubutuhan DUNIA ternyata TEORI yang TAK PERNAH MEMBUMI !. manusia dilahirkan sebagai makhluk yang tak pernah mampu berlaku seimbang, DALAM WUJUD APAPUN!. Karena keseimbangan itu pada hakikatnya adalah TOTALITAS KESEMPURNAAN. Sementara tidak ada manusia yang sempurna!, kalaupun ada.. maka ia hanya manusia yang bergelar MA’SHUUM, beliaulah Nabi kita.. Muhammad shollallahu ‘alaihi wasallam.. :D
by Adi Muhammad Abduh- August 09, 2011
by Adi Muhammad Abduh- August 09, 2011
KEZUHUDAN tak berarti MENGHARAMKAN dunia, tapi menggunakan dunia demi kebaikan akhirat. Karena mengejar akhirat TAK MUNGKIN tanpa menggenggam dunia!.. karena dunia adalah ladang akhirat… tapi ternyata.. ada sebagian kita terlena dengan dunia.. “ MENYEKA KERINGAT MEREKA DENGAN LEMBARAN LEMBARAN RUPIAH … sementara hati.. belum menyadari.. di lembah dunia mana akan BINASA..?! :D
by Adi Muhammad Abduh- August 16, 2011
by Adi Muhammad Abduh- August 16, 2011
Apa benar KEKAYAAN selalu membuat kita BAHAGIA…?? Mungkin ada benarnya.. tapi jangan anak tirikan KEMISKINAN, karna bisa jadi… KEMISKINAN LEBIH BERTABUR KEISTIMEWAAN.. TEBARKAN BIBIT ASA DI LADANG WAKTU MUSTAJAB PADA MUSIM LUKA, Hingga akhirnya… penderitaan akan menjadi bumbu terbaik untuk mendapatkan SAJIAN SURGA… :D
by Adi Muhammad Abduh- August 07, 2011
by Adi Muhammad Abduh- August 07, 2011
“ku bisa ceritakan ribuan kisah para pujangga ketika bercinta.. atau
bahkan terluka karena cinta..
berharap datang hama asmara ketika bibit duka tumbuh subur diladang hati… sendiri… mengenang yang tlah pergi..
airmata.. mereka jadikan tinta untuk goreskan hitam dan putihnya cinta...
ketika airmatanya telah kering, mereka memaksa untuk meminjam kata kata duka agar airmatanya kembali mengalir dan kembali goreskan hitam putihnya cinta… terus begitu.. berulang.. terlalu naïf memang, hingga dia tak sadar.. bahwa ada yang mencintainya dalam luka..
ada yang menyayanginya siang dan malam…
menitipkan sejuknya rengkuhan hati diembun pagi..
bangunlah…!!!
Masih ada cinta untukmu…
terbungkus rapi dengan balutan ungu..
warna kesukaanmu..
dan ketika besok masih diberi kesempatan tuk berdiri…
dia sudah ada dibalik pintu.. dan berucap.. "ini aku dan hatiku.. membawa cinta yang baru untukmu… “
by Adi Muhammad Abduh- August 10, 2011
berharap datang hama asmara ketika bibit duka tumbuh subur diladang hati… sendiri… mengenang yang tlah pergi..
airmata.. mereka jadikan tinta untuk goreskan hitam dan putihnya cinta...
ketika airmatanya telah kering, mereka memaksa untuk meminjam kata kata duka agar airmatanya kembali mengalir dan kembali goreskan hitam putihnya cinta… terus begitu.. berulang.. terlalu naïf memang, hingga dia tak sadar.. bahwa ada yang mencintainya dalam luka..
ada yang menyayanginya siang dan malam…
menitipkan sejuknya rengkuhan hati diembun pagi..
bangunlah…!!!
Masih ada cinta untukmu…
terbungkus rapi dengan balutan ungu..
warna kesukaanmu..
dan ketika besok masih diberi kesempatan tuk berdiri…
dia sudah ada dibalik pintu.. dan berucap.. "ini aku dan hatiku.. membawa cinta yang baru untukmu… “
by Adi Muhammad Abduh- August 10, 2011
Segelas kopi pahit akan terasa nikmat bila diteguk dengan mengulum
bongkahan kecil gula aren yang manis kemanis..
Ia akan menjadi bencana bila diteguk sendirian, apalagi ditemani kudapan yang tak mengundang selera, yang hambar, atau bahkan separuh pahit tak ubahnya kopi itu sendiri..
Derita juga berseni.., bila dinikmati dengan selera bahagia.
Ada segolongan orang yang menjadi pujangga, meski hidup disekumpulan para gembel yang tak menentu soal makan, dan tidur beralas Koran.
Tak sedikit kaum bijak bestari lahir dan tumbuh dewasa, ditengah kerumunan manusia yang kumuh dan berjiwa rendah. Namun juga banyak manusia berjiwa setan lahir dari komunitas yang hidup dengan menjunjung pilar-pilar agama.
Yang manakah kita…?
by Adi Muhammad Abduh- August 05, 2011
Ia akan menjadi bencana bila diteguk sendirian, apalagi ditemani kudapan yang tak mengundang selera, yang hambar, atau bahkan separuh pahit tak ubahnya kopi itu sendiri..
Derita juga berseni.., bila dinikmati dengan selera bahagia.
Ada segolongan orang yang menjadi pujangga, meski hidup disekumpulan para gembel yang tak menentu soal makan, dan tidur beralas Koran.
Tak sedikit kaum bijak bestari lahir dan tumbuh dewasa, ditengah kerumunan manusia yang kumuh dan berjiwa rendah. Namun juga banyak manusia berjiwa setan lahir dari komunitas yang hidup dengan menjunjung pilar-pilar agama.
Yang manakah kita…?
by Adi Muhammad Abduh- August 05, 2011
baiknya aku pergi tinggalkan dirimu..
sejauh mungkin untuk melupakan dirimu,
yang selalu tak pedulikanku yang menyayangimu..
bersamamu… rinduku tak bisa kau sentuh.. bersamamu.. tangisku tak bisa kau dengar…
biarkan aku dan hatiku pergi jauh tinggalkanmu…
tanpa kata… tanpa suara… dan aku menangis…
ini saja..
by Adi Muhammad Abduh
sejauh mungkin untuk melupakan dirimu,
yang selalu tak pedulikanku yang menyayangimu..
bersamamu… rinduku tak bisa kau sentuh.. bersamamu.. tangisku tak bisa kau dengar…
biarkan aku dan hatiku pergi jauh tinggalkanmu…
tanpa kata… tanpa suara… dan aku menangis…
ini saja..
by Adi Muhammad Abduh
Sulit tuk membedakan CINTA dan SAYANG.....?? tidak juga.. !
tanyakan CINTA pada dua bola MATAmu, dan tanyakan SAYANG pada bening HATImu.. :D
Dan Izinkan aku menyimpan CINTA dihatimu,
Dan biarkan rasa SAYANGku memujamu di kejauhan
CINTA tak harus memiliki.. benar… jika sudah bosan.. bunuh saja CINTAku ditengah kegembiraan hatimu..
Dan jangan kabarkan berita kematian CINTAku ke palung ‘SAYANG’ku.. karna bagiku.. CINTA dan SAYANG bagaikan DUA RUH YANG BERBEDA, tawa dan tangis bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan, CINTAKU telah mati… tapi SAYANGku tetap akan memujamu..
by Adi Muhammad Abduh
tanyakan CINTA pada dua bola MATAmu, dan tanyakan SAYANG pada bening HATImu.. :D
Dan Izinkan aku menyimpan CINTA dihatimu,
Dan biarkan rasa SAYANGku memujamu di kejauhan
CINTA tak harus memiliki.. benar… jika sudah bosan.. bunuh saja CINTAku ditengah kegembiraan hatimu..
Dan jangan kabarkan berita kematian CINTAku ke palung ‘SAYANG’ku.. karna bagiku.. CINTA dan SAYANG bagaikan DUA RUH YANG BERBEDA, tawa dan tangis bisa terjadi dalam waktu yang bersamaan, CINTAKU telah mati… tapi SAYANGku tetap akan memujamu..
by Adi Muhammad Abduh
ANDAI KU BISA MENDAPATKAN TEMPAT TERINDAH DI DALAM HATIMU..
kan kuceritakan kesemua yang bernyawa..bahwa aku bahagia..
tidak lagi berpijak diatas kabut… dan mendung tak lagi bermalam dihatiku..
terbunuh sudah derita yang selama ini mengunyah kebahagiaanku..
tidak lagi aku menangis dibarisan kalimat tawa… hanya bahagia…
tapi…
semua belum terjadi..
karna esok pagi.. aku harus terbangun dari mimpi
dan kembali membeli harga sebongkah ketabahan…
bahwa aku… masih sendiri…
by Adi Muhammad Abduh
kan kuceritakan kesemua yang bernyawa..bahwa aku bahagia..
tidak lagi berpijak diatas kabut… dan mendung tak lagi bermalam dihatiku..
terbunuh sudah derita yang selama ini mengunyah kebahagiaanku..
tidak lagi aku menangis dibarisan kalimat tawa… hanya bahagia…
tapi…
semua belum terjadi..
karna esok pagi.. aku harus terbangun dari mimpi
dan kembali membeli harga sebongkah ketabahan…
bahwa aku… masih sendiri…
by Adi Muhammad Abduh
“Jangan Tanya hati ini milik siapa..
Tapi coba kau rasa.. getaran getaran lembut dihatimu yang mulai tercipta..
Rasa cemburu yang mulai meradang tiba tiba..
Bukankah itu bibit asmara..?
Cinta memang hebat… kelembutannya bisa meruntuhkan kerasnya hati hanya dengan susunan kata..
Seperti aku dan hatiku.. yang telah meracunimu dengan kata cinta…”
by Adi Muhammad Abduh
Tapi coba kau rasa.. getaran getaran lembut dihatimu yang mulai tercipta..
Rasa cemburu yang mulai meradang tiba tiba..
Bukankah itu bibit asmara..?
Cinta memang hebat… kelembutannya bisa meruntuhkan kerasnya hati hanya dengan susunan kata..
Seperti aku dan hatiku.. yang telah meracunimu dengan kata cinta…”
by Adi Muhammad Abduh
jangan panggil aku mujahid, sedangkan aku masih duduk diempuknya bangku,
ditemani laptop dan handphone, dengan secangkir teh atau kopi, dan keripik
singkong yang dibuat tadi pagi...lalu berteriak JIHAD diforum2... sedangkan
mereka... MUJAHIDIIN yang sesungguhnya... telah terpenggal lehernya oleh kaum
kaafiriin...
by Adi Muhammad Abduh
by Adi Muhammad Abduh
Kalimatku mengalir deras puluhan kilo hingga bermuara dibalik bukit yang
lama tak kusentuh..
Tentang rayuan dan hiasannya untuk hawa.. mutiara terpendam yang selama ini kupuja..
Doaku mengalir lirih berharap terdengar oleh penduduk langit..
Satu doa dari jutaan doa yang hampa..
Tentang asa… yang selama ini tertata rapi di bingkai hati..
Bertekuk lutut di depan SATU CINTA..
tuk sekedar mengabdi pada SATU HATI..
Setia pada SATU NAMA..
satu nama yang mampu membuatku bahagia..
Satu nama yang kurangkai dengan goresan hati..
dan hanya aku yang boleh memanggilnya..
by Adi Muhammad Abduh
Tentang rayuan dan hiasannya untuk hawa.. mutiara terpendam yang selama ini kupuja..
Doaku mengalir lirih berharap terdengar oleh penduduk langit..
Satu doa dari jutaan doa yang hampa..
Tentang asa… yang selama ini tertata rapi di bingkai hati..
Bertekuk lutut di depan SATU CINTA..
tuk sekedar mengabdi pada SATU HATI..
Setia pada SATU NAMA..
satu nama yang mampu membuatku bahagia..
Satu nama yang kurangkai dengan goresan hati..
dan hanya aku yang boleh memanggilnya..
by Adi Muhammad Abduh
RENUNGAN..
dimanakah orang-orang yang dulu pernah tinggal didunia?
bukankah mereka sedang berada disebuah liang sendirian?
bukankah mereka sedang berada disebuah bilik kegelapan?
bukankah mereka sedang terkubur tanah yang dipadatkan?
benar..mereka telah pergi, dan kitapun akan mengikuti...
sungguh..dia akan memanggil kita, sebagaimana dia telah memanggil mereka..
dialah...TAMAN - TAMAN KEMATIAN.....
by Adi Muhammad Abduh- April 23, 2011
dimanakah orang-orang yang dulu pernah tinggal didunia?
bukankah mereka sedang berada disebuah liang sendirian?
bukankah mereka sedang berada disebuah bilik kegelapan?
bukankah mereka sedang terkubur tanah yang dipadatkan?
benar..mereka telah pergi, dan kitapun akan mengikuti...
sungguh..dia akan memanggil kita, sebagaimana dia telah memanggil mereka..
dialah...TAMAN - TAMAN KEMATIAN.....
by Adi Muhammad Abduh- April 23, 2011
Zirah Surga tipu pandang..
Lisan bertabur bunga bunga firdaus..
Hati terkencingi air seni setan !!!
Pasukan iblis bertameng agama..
Tertawa suka suka.. “ ayoo lekas kita sakiti hati mereka..!!!” LAGI dan LAGI !
Perangai begundal terbalut zirah Surga..
Berhias tutur bijak bestari..
Tutupi bangkai hati.. sirami jasad dengan kesturi..
Mana ayat ayat langit yang selama ini terdengar !!???
Lembutkah hati..??
ataukah hati telah mati, terkubur dalam jasad yang masih berdiri..??!!
by Adi Muhammad Abduh- August 19, 2011
Lisan bertabur bunga bunga firdaus..
Hati terkencingi air seni setan !!!
Pasukan iblis bertameng agama..
Tertawa suka suka.. “ ayoo lekas kita sakiti hati mereka..!!!” LAGI dan LAGI !
Perangai begundal terbalut zirah Surga..
Berhias tutur bijak bestari..
Tutupi bangkai hati.. sirami jasad dengan kesturi..
Mana ayat ayat langit yang selama ini terdengar !!???
Lembutkah hati..??
ataukah hati telah mati, terkubur dalam jasad yang masih berdiri..??!!
by Adi Muhammad Abduh- August 19, 2011
It’s the final countdown!
ada yang menangis, lebih banyak yang tertawa. Ironis memang,
menganggap ramadhan adalah salah satu penjara dunia, yang memasung kebebasan syahwat!
“kebebasan hampir tiba, kita bisa clubbing lagi sama sama !!”
Hmmm..
tapi coba lihat mereka yang menangis bersembunyi disudut tiang masjid,
menebar doa diladang ramadhan pada musim pahala,
do’a lirihnya hampir tak terdengar.,
berharap ramadhan ada disepanjang kehidupan,
It’s the final countdown!
Hitung mundur sisa usia,
mungkin tak lebih panjang dari ramadhan yang tersisa,
by Adi Muhammad Abduh- August 20, 2011
ada yang menangis, lebih banyak yang tertawa. Ironis memang,
menganggap ramadhan adalah salah satu penjara dunia, yang memasung kebebasan syahwat!
“kebebasan hampir tiba, kita bisa clubbing lagi sama sama !!”
Hmmm..
tapi coba lihat mereka yang menangis bersembunyi disudut tiang masjid,
menebar doa diladang ramadhan pada musim pahala,
do’a lirihnya hampir tak terdengar.,
berharap ramadhan ada disepanjang kehidupan,
It’s the final countdown!
Hitung mundur sisa usia,
mungkin tak lebih panjang dari ramadhan yang tersisa,
by Adi Muhammad Abduh- August 20, 2011
Hingga nanti cinta terbunuh pisau waktu.. berkafan kebosanan..
Dan ketika hayal mulai pudar..,
MENGAPA mimpi kembali tawarkan mahligai..??
MENGAPA lelap kembali terselimuti bunga bunga asmara..??
MENGAPA hati kembali berkhianat, lalu bercumbu tak bersuara..??
MENGAPA gelap malam tak segelap yang kukira..??
MENGAPA pelangi kembali berwarna.. setelah sebelumnya kubunuh diujung senja..??
MENGAPA pagi kembali sisakan Tanya..”dimana penggalan kisah yang terlupa..??”
Dan jutaan ‘MENGAPA’ yang belum terjawab..
Hingga nanti cintaku mati..
Aku masih tetap bisa bercinta dengan kata kata..
Itu saja..
by Adi Muhammad Abduh- August 26, 2011
Dan ketika hayal mulai pudar..,
MENGAPA mimpi kembali tawarkan mahligai..??
MENGAPA lelap kembali terselimuti bunga bunga asmara..??
MENGAPA hati kembali berkhianat, lalu bercumbu tak bersuara..??
MENGAPA gelap malam tak segelap yang kukira..??
MENGAPA pelangi kembali berwarna.. setelah sebelumnya kubunuh diujung senja..??
MENGAPA pagi kembali sisakan Tanya..”dimana penggalan kisah yang terlupa..??”
Dan jutaan ‘MENGAPA’ yang belum terjawab..
Hingga nanti cintaku mati..
Aku masih tetap bisa bercinta dengan kata kata..
Itu saja..
by Adi Muhammad Abduh- August 26, 2011
Mulai hilang aroma harum dari hidungku...
aroma surga yang telah lama dijanjikan.,,
Yang tersisa hanya ayat ayat langit yg terbaca malam tadi...
tentang janji.. satu pintu yang telah dikhususkan..
berharap pedihnya kita hari ini..
terbayar dengan sajian Surga yang disediakan didalamnya..
Selamat jalan ramadhan..
by Adi Muhammad Abduh- August 15, 2011
aroma surga yang telah lama dijanjikan.,,
Yang tersisa hanya ayat ayat langit yg terbaca malam tadi...
tentang janji.. satu pintu yang telah dikhususkan..
berharap pedihnya kita hari ini..
terbayar dengan sajian Surga yang disediakan didalamnya..
Selamat jalan ramadhan..
by Adi Muhammad Abduh- August 15, 2011
Ada yang menanti dibalik pintu, dia untukmu, sebagai pendamping hidupmu…
mungkin belum datang saat ini, tapi suatu saat.. dia akan hadir dan mengetuk
pintu itu untukmu, waktunya masih panjang, masih ada kesempatan untuk berbenah
hati, bahagia dan kecewa saat ini adalah warna warni hidupmu.. kadang
hitam..lalu berganti putih… dia untukmu… bila saatnya tiba… SEMANGAAT!!!
by Adi Muhammad Abduh
by Adi Muhammad Abduh
Surga telah lama terperkosa !
Lalu ditikam hingga mati,
Kenikmatannya tak lagi terdengar,
Langit bercerita laknat,
Bumi tak segan mengumpat,
Langit bercerita sayang,
Bumi semakin menantang,
Jidat tak lagi berdebu,
Mmhhhhfftmmmm,….. aroma jahannam semakin tajam,
Hati semakin hitam… perpisahan semakin dekat,
Tinta langit semakin pudar,
Beritanya tak lagi terdengar,
Mana hati.. mana telinga,
Sampai kapan kesombongan menjadi panglima hati,
besok pagi belum tentu masih berdiri !!
Itu saja…
by Adi Muhammad Abduh- August 17, 2011
Lalu ditikam hingga mati,
Kenikmatannya tak lagi terdengar,
Langit bercerita laknat,
Bumi tak segan mengumpat,
Langit bercerita sayang,
Bumi semakin menantang,
Jidat tak lagi berdebu,
Mmhhhhfftmmmm,….. aroma jahannam semakin tajam,
Hati semakin hitam… perpisahan semakin dekat,
Tinta langit semakin pudar,
Beritanya tak lagi terdengar,
Mana hati.. mana telinga,
Sampai kapan kesombongan menjadi panglima hati,
besok pagi belum tentu masih berdiri !!
Itu saja…
by Adi Muhammad Abduh- August 17, 2011
baru tersadar satu jam yang lalu,
bahwa hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa ini. ko bisa lupa?
atau memang sudah pantas untuk dilupakan??
merah putih semakin tak terbeli, atau harga bambu yang semakin melambung tinggi ?
atau anak negeri sudah tak mau peduli ?
tutup mata seakan ibu pertiwi sudah mati,
lalu berebut harta gono gini.
aahhh.. Indonesia.. kamu sudah tidak perawan lagi..
mereka mencabulimu sepanjang hari tanpa malu malu lagi, diruang kantor.. diaspal yang masih mengepul.. dibangunan bangunan sekolah.. bahkan mereka memperkosamu ditempat tempat ibadah.. iiih.. menjijikan.. tapi memang itu realita yang terjadi my brada..
Indonesia.. indah namamu..
seindah masa kecilku..
Indonesia.. kusam nasibmu..
sekusam harkat kaum berdasi yang 'mencabulimu...'
by Adi Muhammad Abduh- August 17, 2011
bahwa hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa ini. ko bisa lupa?
atau memang sudah pantas untuk dilupakan??
merah putih semakin tak terbeli, atau harga bambu yang semakin melambung tinggi ?
atau anak negeri sudah tak mau peduli ?
tutup mata seakan ibu pertiwi sudah mati,
lalu berebut harta gono gini.
aahhh.. Indonesia.. kamu sudah tidak perawan lagi..
mereka mencabulimu sepanjang hari tanpa malu malu lagi, diruang kantor.. diaspal yang masih mengepul.. dibangunan bangunan sekolah.. bahkan mereka memperkosamu ditempat tempat ibadah.. iiih.. menjijikan.. tapi memang itu realita yang terjadi my brada..
Indonesia.. indah namamu..
seindah masa kecilku..
Indonesia.. kusam nasibmu..
sekusam harkat kaum berdasi yang 'mencabulimu...'
by Adi Muhammad Abduh- August 17, 2011
tujuh hari yang lalu, aku berbohong pada ribuan pinus yang siap
memelukku dengan sejuknya..
tapi aku menolak, dan dengan sombongnya aku berkata.. "aku bukan lelaki cengeng.. tidak akan pernah aku sandarkan penatku dikekar batangmu..!!kalaupun harus menangis.. aku akan menangis ditengah guyuran hujan.. agar tak terlihat air mata yang keluar..."
dan sebenarnya aku PENAT...
by Adi Muhammad Abduh- September 07, 2011
tapi aku menolak, dan dengan sombongnya aku berkata.. "aku bukan lelaki cengeng.. tidak akan pernah aku sandarkan penatku dikekar batangmu..!!kalaupun harus menangis.. aku akan menangis ditengah guyuran hujan.. agar tak terlihat air mata yang keluar..."
dan sebenarnya aku PENAT...
by Adi Muhammad Abduh- September 07, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)