mencari batas cakrawala.. dimana.. ?
sekedar tuk bercerita tentang penatnya hari...
tentang peluh yang bercucuran di dinginnya
pagi..
tentang hitamnya rambut yang tlah tercuri
matahari...
tentang bau keringat, yang tercium tajam
mengalahkan harumnya parfum seharga delapan ratus ribu..
tentang cerita yang terhenti karena tangis..
“……………………………………………………… “
aku menunggu... lanjutkan ceritamu…
“ ………………………………………………………. “
masih menunggu… lanjutkan ceritamu…
tapi hanya tangis yang kudengar..
dipinggir jalan kalimatku tersusun rapi..
untuk mengelus hati yang tertimbun reruntuhan
duka…
untuk menopang kaki kaki yang berdebu..
debu… bedak kesederhanaan yang menempel di kulit
yang kering..
ujung kuku.. sebagai koas untuk lukiskan
kepenatan diatas kulitnya,
lalu sempurnalah lukisan pagi tadi dengan
coretan singkat disudut bingkai “ AKU TEGAR.. “
dipinggir jalan kembali kususun kalimatku..
sekedar tuk selimuti telapak kaki yang retak
sejak takdir menabuh genderang perang beberapa tahun lalu..
sekedar tuk bisikan sesuatu.. “ BAHWA DALAM
HIDUP…ADA KOSAKATA YANG DISEBUT ‘KESUSAHAN’
DAN BAHWA HIDUP.. TAK SELAMANYA YANG KITA MAU..”
ssstt… kalimat ini hanya untukmu.. :)
segaris senyum tanda kau siap berangkat
bertarung dengan hari..
mengumpulkan semangat dalam kepalan tangan..
senjata ampuh untuk kalahkan tangis.. setidaknya untuk hari ini..
dia.. prajurit danau hitam..
telah pergi membawa semangatnya..
sedangkan aku…
masih mencari batas cakrawala.. dimana..?
by Adi Muhammad Abduh- October 06, 2011
No comments:
Post a Comment