Tuesday, 20 November 2012

"Ibu.. Mana ikan tongkol pedas kesukaanku.. ?"
Kalimat ini selalu hadir bersamaan dengan turunnya air dari langit..
Kalimat yang sama.. Yang slalu hadir dalam dimensi yang berbeda..

Seperti pagi ini, atap langit bocor seperti pagi kemarin..
... Mengingatkanku pada pagi dua puluh satu tahun lalu..
Ketika atap rumahku bocor seperti atap langit yang bocor pagi ini..
Ketika ibu terpaksa dimandikan langit pagi untuk mendapatkan sepotong ikan tongkol kesukaanku..

Itulah ibuku..
Bidadari berhati indah.. Dan Lebih indah dari sekuntum mawar merah..
Dan dialah Ibuku..
Perhiasan termahal yang kukenal.. Dan lebih mahal dari permata berwarna biru...

Terimakasih..
Kepada yang telah menurunkan hujan pagi ini..
Aku teringat Ibu..
Ibu masa kecilku
Ibu di usia matangku..


by Adi Muhammad Abduh

No comments:

Post a Comment