"Ibu.. Mana ikan tongkol pedas kesukaanku.. ?"
Kalimat ini selalu hadir bersamaan dengan
turunnya air dari langit..
Kalimat yang sama.. Yang slalu hadir dalam
dimensi yang berbeda..
Seperti pagi ini, atap langit bocor seperti pagi
kemarin..
... Mengingatkanku pada pagi dua puluh satu
tahun lalu..
Ketika atap rumahku bocor seperti atap langit
yang bocor pagi ini..
Ketika ibu terpaksa dimandikan langit pagi untuk
mendapatkan sepotong ikan tongkol kesukaanku..
Itulah ibuku..
Bidadari berhati indah.. Dan Lebih indah dari
sekuntum mawar merah..
Dan dialah Ibuku..
Perhiasan termahal yang kukenal.. Dan lebih
mahal dari permata berwarna biru...
Terimakasih..
Kepada yang telah menurunkan hujan pagi ini..
Aku teringat Ibu..
Ibu masa kecilku
Ibu di usia matangku..
by Adi Muhammad Abduh
No comments:
Post a Comment