“ku bisa ceritakan ribuan kisah para pujangga ketika bercinta.. atau
bahkan terluka karena cinta..
berharap datang hama asmara ketika bibit duka
tumbuh subur diladang hati… sendiri… mengenang yang tlah pergi..
airmata.. mereka jadikan tinta untuk goreskan
hitam dan putihnya cinta...
ketika airmatanya telah kering, mereka memaksa
untuk meminjam kata kata duka agar airmatanya kembali mengalir dan kembali
goreskan hitam putihnya cinta… terus begitu.. berulang.. terlalu naïf memang,
hingga dia tak sadar.. bahwa ada yang mencintainya dalam luka..
ada yang menyayanginya siang dan malam…
menitipkan sejuknya rengkuhan hati diembun
pagi..
bangunlah…!!!
Masih ada cinta untukmu…
terbungkus rapi dengan balutan ungu..
warna kesukaanmu..
dan ketika besok masih diberi kesempatan tuk
berdiri…
dia sudah ada dibalik pintu.. dan berucap..
"ini aku dan hatiku.. membawa cinta yang baru untukmu… “
by Adi Muhammad Abduh- August 10, 2011
No comments:
Post a Comment