Kupinjam kalimatmu kawan..
Untuk siang ini saja..
Tentang Wajah langit yang kembali tercoreng..
begitu cepat..
Entah sampai kapan lakon turuti naskah setan..
Berulang.. seakan tanpa cela..
Lalu kembali berdamai.. diam diam.. berdua saja
dengan tuhan..
Dan mencoba bertahan.. hingga kematian membunuh
jiwa.. diujung senja usia..
Kemarin kalah, berharap hari ini menang..
Ternyata istiqomah tak semudah yang kukira..
by Adi Muhammad Abduh
No comments:
Post a Comment