langit senja berteriak...
anak manusia bersorak..
segera bertelanjang dada, berharap hujan lebat
turun di senja ini..
menunggu, menatap langit pejamkan mata.. kapan
hujan turun..?
sekedar tuk lengkapi indahnya masa bermain
dengan air langit..
mereka telah bersiap..
tapi coba lihat..
dibalik jendela anak mamih hanya bisa menatap...
bagi mamih, seakan air langit adalah pisau tajam
yang bisa menggores mulus kulit buah hatinya...
"mamih.. aku ingin bermain diluar...
merasakan dinginnya air langit.."
kalimat lirih yang mudah dihapus oleh sang mamih
hanya dengan segelas cokelat hangat...
dan masih sama dengan musim hujan ditahun2 yang
lalu...
anak kampung ceria bersama bumi dan langit..
sedangkan anak mamih terpaksa ceria dengan
segelas cokelat panas, yang bisa membuat perutnya sakit..
dan aku.. adalah anak kampung yang beranjak
dewasa..
aku rindu air langit...
turunlah...
by Adi Muhammad Abduh- October 26, 2011
No comments:
Post a Comment