Tuesday, 20 November 2012

langit senja berteriak...
anak manusia bersorak..
segera bertelanjang dada, berharap hujan lebat turun di senja ini..
menunggu, menatap langit pejamkan mata.. kapan hujan turun..?
sekedar tuk lengkapi indahnya masa bermain dengan air langit..
mereka telah bersiap..

tapi coba lihat..
dibalik jendela anak mamih hanya bisa menatap...
bagi mamih, seakan air langit adalah pisau tajam yang bisa menggores mulus kulit buah hatinya...
"mamih.. aku ingin bermain diluar... merasakan dinginnya air langit.."
kalimat lirih yang mudah dihapus oleh sang mamih hanya dengan segelas cokelat hangat...

dan masih sama dengan musim hujan ditahun2 yang lalu...
anak kampung ceria bersama bumi dan langit..
sedangkan anak mamih terpaksa ceria dengan segelas cokelat panas, yang bisa membuat perutnya sakit..

dan aku.. adalah anak kampung yang beranjak dewasa..
aku rindu air langit...
turunlah...


by Adi Muhammad Abduh- October 26, 2011

No comments:

Post a Comment